
Mencari ucapan untuk teman yang resign kadang lebih susah daripada membalas pesan kerja. Ada banyak yang ingin disampaikan: terima kasih sudah membantu, sedih karena akan jarang bertemu, sekaligus senang melihatnya mengambil langkah baru.
Apalagi kalau dia sudah menjadi teman makan siang, tempat bertanya saat bingung, atau orang yang paling paham ekspresimu setelah rapat panjang. Rasanya kurang kalau cuma menulis, “Sukses selalu, ya.” Namun, mau menulis panjang juga takut terdengar berlebihan.
Kamu bisa mulai dari pesan sederhana ini:
“Terima kasih sudah membuat hari-hari kerja terasa lebih ringan. Aku bakal kangen obrolan kecil kita di sela pekerjaan. Semoga langkahmu setelah ini membawamu lebih dekat pada kehidupan yang kamu inginkan. Kalau nanti sama-sama senggang, kita makan bareng lagi, ya.”
Supaya lebih terasa seperti ucapanmu sendiri, ganti bagian kenangannya dengan kejadian yang benar-benar kalian alami. Di bawah ini, kamu bisa memilih contoh sesuai kedekatan, suasana perpisahan, dan rencana temanmu setelah resign.
Sebelum memilih: semua contoh berikut ditulis sebagai inspirasi, bukan kutipan tokoh atau kisah nyata seseorang. Sesuaikan panggilan, kenangan, dan harapannya dengan hubungan kalian. Kamu juga tidak perlu menyinggung alasan resign yang belum ia ceritakan sendiri.
Ucapan untuk teman yang resign yang singkat dan menyentuh
Kalau kamu ingin langsung mengirim pesan lewat WhatsApp atau menulis di kartu bersama, pilih satu contoh berikut. Ucapannya cukup ringkas untuk dibaca sekali duduk, tetapi tetap memberi tempat bagi rasa terima kasih dan harapan baik.
1. Untuk teman yang sering membantu
“Terima kasih sudah sering meluangkan waktu saat aku butuh bantuan. Ada banyak pekerjaan yang bisa kuselesaikan karena kamu mau berbagi cara. Semoga perjalananmu berikutnya dipenuhi orang-orang yang juga mau saling mendukung.”
2. Untuk teman makan siang
“Nanti jam istirahat pasti terasa beda tanpa pertanyaan, ‘Makan di mana?’ dari kamu. Terima kasih untuk obrolan dan tawa yang selama ini menemani. Semoga kita masih bisa menemukan waktu makan bareng meskipun kantornya sudah berbeda.”
3. Untuk teman satu tim
“Senang pernah mengerjakan banyak hal bersama kamu. Cara kamu mendengarkan ide orang lain akan aku ingat. Semoga langkah selanjutnya memberimu kesempatan mencoba hal-hal yang selama ini ingin kamu pelajari.”
4. Untuk pesan yang sederhana
“Terima kasih sudah menjadi bagian yang menyenangkan dari hari-hariku di kantor. Aku senang kita sempat bekerja bersama. Semoga urusanmu setelah ini dimudahkan dan kamu punya banyak kesempatan untuk menikmati hal-hal yang berarti buatmu.”
5. Untuk teman yang sulit diajak berpamitan
“Sepertinya aku baru akan benar-benar sadar kamu pindah saat besok ingin mengajak ngobrol dan kursimu sudah kosong. Terima kasih untuk kebersamaan kita. Aku bakal kangen, dan aku ikut berharap langkahmu setelah ini berjalan baik.”
Pilih ucapan yang paling dekat dengan keseharian kalian. Kalau kalian jarang makan bersama, gunakan contoh lain. Satu detail yang jujur jauh lebih mudah kamu sampaikan dengan nyaman daripada kenangan manis yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Untuk teman kerja yang sudah terasa seperti sahabat
Ada teman kantor yang tahu kapan kamu sedang kewalahan bahkan sebelum kamu bercerita. Ketika dia resign, yang berubah juga rutinitas kecil kalian. Untuk hubungan seperti ini, kamu boleh menulis lebih panjang dan menyebutkan hal yang selama ini belum sempat kamu ucapkan.
6. Mengingat awal pertemanan
“Aku masih ingat waktu awal masuk dan belum tahu harus bertanya ke siapa. Kamu yang lebih dulu mengajakku ngobrol dan menjelaskan banyak hal tanpa membuatku merasa merepotkan. Mungkin buatmu itu hal kecil, tetapi buatku itu berarti.”
“Sekarang gantian aku yang mengantarmu menuju langkah berikutnya lewat doa baik. Terima kasih sudah membuat masa adaptasiku terasa lebih ramah. Aku harap kita tetap punya ruang untuk saling cerita meskipun sudah berbeda tempat kerja.”
7. Untuk teman seperjuangan saat pekerjaan ramai
“Kalau mengingat pekerjaan yang pernah kita selesaikan, aku juga ingat hal-hal kecil di antaranya: saling mengingatkan makan, membaca ulang materi bersama, dan tertawa setelah akhirnya bisa bernapas lega. Kehadiranmu membuat masa-masa sibuk itu punya kenangan yang hangat.”
“Aku akan merindukan kebersamaan itu. Semoga setelah ini kamu mendapat kesempatan yang sesuai dengan harapanmu, juga waktu untuk menikmati hidup di luar pekerjaan. Terima kasih sudah menjadi teman selama kita berjuang di tempat yang sama.”
8. Mengatakan sedih tanpa menahan langkahnya
“Aku sedih karena nanti kita tidak bisa spontan saling menoleh untuk bercerita. Di saat yang sama, aku ingin mendukung pilihanmu. Kamu berhak menentukan arah yang ingin kamu jalani, dan aku senang kamu membagikan kabar ini kepadaku.”
“Terima kasih sudah menjadi teman yang membuatku merasa didengar. Semoga kamu menemukan banyak hal baik dalam perjalananmu. Kalau nanti ada waktu, aku ingin mendengar ceritamu sambil makan di tempat langganan kita.”
Kirim pesan yang sangat personal secara pribadi. Cerita tentang masa sulit, percakapan rahasia, atau dukungan saat masalah keluarga lebih baik tetap berada di antara kalian. Kamu tetap bisa menulis versi singkat yang hangat di kartu atau grup kantor.
Ucapan yang sopan untuk rekan kerja dan senior
Kamu tidak harus dekat dengan seseorang untuk menghargai kerja samanya. Untuk rekan lintas divisi atau senior, gunakan sapaan yang biasa dipakai. Sebutkan kontribusi yang kamu lihat langsung agar penghargaanmu jelas, tanpa perlu berpura-pura memiliki hubungan yang sangat akrab.
9. Untuk rekan lintas divisi
“Terima kasih atas kerja sama selama kita menangani kebutuhan antartim. Saya menghargai penjelasan Anda yang runtut sehingga koordinasi menjadi lebih mudah. Semoga rencana setelah ini berjalan lancar dan memberi pengalaman yang berharga.”
10. Untuk senior yang membimbing
“Terima kasih, Kak, sudah memberi ruang untuk saya bertanya dan mencoba. Masukan Kakak membantu saya lebih teliti saat menyiapkan pekerjaan. Saya akan membawa pelajaran itu dalam tugas berikutnya. Semoga langkah Kakak selanjutnya dimudahkan.”
11. Untuk teman yang belum terlalu dekat
“Terima kasih sudah menjadi rekan kerja selama ini. Meski kesempatan kita bekerja bersama belum banyak, saya senang sempat berkenalan dan berbagi tim. Semoga masa setelah ini memberi ruang untuk rencana-rencana yang ingin kamu jalani.”
Perhatikan konsistensi sapaan. Kalau sehari-hari kalian memakai “aku–kamu”, kamu boleh mempertahankannya. Kalau lingkungan kerja menggunakan “saya–Bapak/Ibu”, sesuaikan contoh tadi. Ucapan yang sopan tetap bisa terasa hangat lewat penghargaan yang spesifik dan pilihan kata yang wajar.
Ucapan lucu yang ringan dan bikin kangen
Untuk teman yang biasa saling bercanda, humor kecil bisa terasa lebih akrab. Ambil bahan dari kebiasaan yang sama-sama menyenangkan, seperti mencari makan atau memilih camilan. Hindari menjadikan keputusan resign, gaji, fisik, dan masalah pribadinya sebagai bahan lelucon.
12. Untuk teman pencari makan
“Selamat memulai perjalanan baru! Setelah ini aku harus mencari orang lain yang bisa menjawab pertanyaan penting: siang ini makan apa? Terima kasih sudah ikut meramaikan jam istirahat. Nanti kita coba tempat makan baru kalau jadwalnya cocok, ya.”
13. Untuk teman yang suka berbagi camilan
“Mulai besok aku harus belajar membawa camilan sendiri. Terima kasih sudah sering menyelamatkan sore hariku dengan biskuit cadangan. Semoga rencana barumu lancar, dan semoga suatu hari kita bisa bertemu lagi sambil membawa bekal masing-masing.”
14. Untuk teman yang punya banyak rekomendasi
“Kamu pindah kantor, daftar rekomendasi tontonanmu masih belum selesai aku ikuti. Terima kasih sudah memberi bahan obrolan di sela kerja. Semoga kamu menikmati langkah barumu. Kalau menemukan tontonan bagus lagi, aku masih mau menerima rekomendasinya!”
Baca ulang dari sudut pandang penerimanya. Kalau candaan hanya lucu karena membuat dia malu di depan orang lain, ganti saja. Untuk acara yang dihadiri banyak orang, pilih cerita yang bisa dipahami bersama dan sudah kamu pastikan nyaman baginya.
Sesuaikan ucapan dengan rencananya setelah resign
Temanmu mungkin pindah kerja, melanjutkan pendidikan, memulai usaha, atau mengambil jeda. Pastikan informasi itu memang berasal darinya. Jika belum tahu, kamu cukup menyampaikan terima kasih dan harapan baik tanpa menebak alasan maupun tujuan berikutnya.
15. Kalau sudah mendapat pekerjaan baru
“Selamat atas pekerjaan barunya! Aku ikut senang melihat kabar yang kamu tunggu akhirnya datang. Semoga proses mengenal tim dan tugas baru berjalan lancar. Terima kasih sudah berbagi banyak pengalaman denganku selama kita bekerja bersama.”
Ucapan ini cocok jika ia sudah mengonfirmasi pekerjaan barunya. Kamu boleh menyebut bidang atau peran yang ia ceritakan, tetapi simpan nama perusahaan jika ia belum ingin mengumumkannya.
16. Kalau belum punya pekerjaan baru
“Terima kasih sudah mempercayakan ceritamu kepadaku. Semoga masa setelah ini memberimu ruang untuk mempertimbangkan langkah yang sesuai dengan kebutuhanmu. Kalau kamu ingin, aku bisa membantu membaca CV-mu akhir pekan ini. Untuk hari ini, aku senang kita sempat bekerja bersama.”
Tawarkan bantuan tersebut hanya jika kamu mampu melakukannya. Bila belum bisa membantu mencari kerja, perhatian sederhana tetap berarti. Kamu tidak perlu menjanjikan koneksi atau peluang yang belum jelas.
17. Kalau melanjutkan pendidikan atau memulai usaha
“Senang mendengar kamu mulai memberi tempat untuk rencana yang pernah kamu ceritakan. Semoga proses belajarnya membawa banyak pengalaman yang berharga. Terima kasih untuk kerja sama kita selama ini. Kalau nanti kamu ingin berbagi cerita, aku akan senang mendengarnya.”
Ganti “proses belajarnya” menjadi “persiapan usahanya” jika itu lebih sesuai. Beri semangat tanpa menjanjikan ia pasti berhasil atau menuntutnya segera menunjukkan hasil.
18. Kalau memilih beristirahat atau mengurus keluarga
“Terima kasih untuk waktu dan perhatian yang sudah kamu bagikan selama kita bekerja bersama. Semoga setelah ini kamu punya ruang untuk hal-hal yang sedang menjadi prioritasmu. Aku ikut mendoakan urusanmu dimudahkan. Kamu tidak perlu menjelaskan lebih jauh untuk menerima dukunganku.”
Gunakan versi ini lewat pesan pribadi jika ia sudah membicarakan situasinya. Di grup kantor, cukup sampaikan penghargaan umum. Hindari menyebut kondisi kesehatan, kebutuhan keluarga, atau keadaan keuangannya.
Contoh untuk kartu, grup kantor, dan acara perpisahan
Media yang kamu pilih ikut menentukan isi pesan. Kartu bersama dibaca banyak orang, sedangkan percakapan pribadi memberi ruang untuk kenangan yang lebih intim. Kamu bisa memakai panduan berikut sebelum memilih versi ucapan.
Di HP, geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Media | Isi yang cocok | Hal yang perlu dijaga |
|---|---|---|
| Chat pribadi | Kenangan bersama dan terima kasih personal | Beri ruang untuk membalas saat senggang |
| Kartu bersama | Penghargaan singkat dan harapan baik | Sisakan tempat bagi pesan rekan lain |
| Grup kantor | Apresiasi atas kerja sama | Gunakan informasi yang sudah diumumkan |
| Sambutan perpisahan | Satu kenangan yang nyaman dibagikan | Ikuti waktu yang diberikan pembawa acara |
19. Pesan di kartu bersama
“Terima kasih sudah membawa ketelitian dan perhatian dalam kerja sama kita. Senang pernah menjadi bagian dari tim yang sama. Semoga langkah berikutnya memberimu pengalaman yang kamu cari. Salam hangat, [namamu].”
20. Pesan di grup kantor
“Terima kasih, [nama], atas kerja sama dan bantuanmu selama ini. Aku banyak terbantu oleh cara kamu menjelaskan kebutuhan pekerjaan dengan jelas. Semoga rencana setelah ini berjalan lancar. Senang pernah mengerjakan banyak hal bersama!”
Gunakan “aku” ketika pesan mewakili dirimu sendiri. Kalau hendak menulis atas nama seluruh tim, sepakati dulu isinya. Dengan begitu, ucapan tersebut benar-benar mencerminkan penghargaan bersama dan tidak memasukkan perasaan atau janji yang belum disetujui rekan lain.
21. Sambutan singkat saat acara perpisahan
“Hari ini aku ingin berterima kasih kepada [nama]. Salah satu hal yang paling aku ingat adalah saat kita mengerjakan [proyek yang boleh disebutkan]. Kamu membantu merapikan pembagian tugas sehingga aku lebih mudah memahami bagianku.”
“Di sela pekerjaan, obrolan sederhana kita juga menjadi kenangan yang akan kurindukan. Senang pernah punya kesempatan belajar dan bekerja bersama kamu.”
“Semoga langkahmu setelah ini berjalan baik dan memberi ruang untuk hal-hal yang kamu harapkan. Terima kasih sudah berbagi waktu bersama kami. Kalau nanti ada kesempatan, aku berharap kita bisa bertemu lagi.”
Ganti bagian dalam kurung sebelum membacakannya. Pilih proyek yang boleh dibicarakan di depan peserta acara. Latih dengan suara pelan sekali atau dua kali, lalu pangkas bagian yang terasa berulang agar kamu bisa menyampaikannya dengan tenang.
22. Untuk teman yang bekerja dari jauh
“Meski lebih sering bertemu lewat layar, aku akan ingat obrolan kita sebelum rapat dimulai. Terima kasih sudah menjadi teman berdiskusi yang sabar. Semoga langkahmu berikutnya menyenangkan untuk dijalani. Kalau suatu hari ada kesempatan bertemu langsung, aku ingin menyapa sambil minum kopi.”
Cara membuat ucapan terasa lebih personal
Kalau beberapa contoh tadi sudah terasa cocok, kamu tinggal menambahkan sedikit bagian milik kalian. Kamu bisa memakai pola sederhana ini: sebut namanya, sampaikan terima kasih, ceritakan satu hal yang kamu ingat, lalu tutup dengan harapan yang sesuai.
- Pilih satu kenangan. Ingat kejadian kecil yang bisa kamu ceritakan dengan jelas, misalnya saat ia membantumu memahami alur kerja atau mengajak makan ketika kamu masih menjadi anggota baru.
- Jelaskan pengaruhnya bagimu. Setelah menyebut bantuannya, tambahkan dampak sederhana seperti “aku jadi lebih berani bertanya” atau “aku merasa lebih nyaman beradaptasi”. Gunakan pengalaman yang memang kamu rasakan.
- Tulis harapan yang relevan. Untuk teman yang sudah pindah kerja, doakan proses adaptasinya. Kalau rencananya belum diketahui, cukup doakan kelancaran urusannya tanpa menyimpulkan tujuan yang belum ia sampaikan.
- Pakai suara percakapanmu sendiri. Baca dengan lantang. Bila ada kata yang tidak pernah kamu gunakan saat berbicara dengannya, ganti dengan bahasa yang lebih akrab di telingamu.
Misalnya, kamu semula menulis pesan yang masih umum:
“Terima kasih untuk semuanya. Semoga sukses dan bahagia selalu.”
Lalu kamu mengingat satu kejadian yang benar-benar kalian alami. Hasilnya bisa menjadi seperti ini:
“Terima kasih sudah menemaniku menyiapkan presentasi pertamaku. Kamu mau mendengarkan latihan yang masih berantakan dan membantuku menyusun penjelasan sampai lebih jelas. Aku jadi lebih tenang saat maju. Semoga kamu juga bertemu orang-orang yang memberi ruang untuk belajar dalam perjalananmu berikutnya.”
Kalau penerimanya teman satu shift, detailnya mungkin serah terima pekerjaan yang rapi. Kalau kalian bekerja di toko, kamu bisa menyebut bantuan saat menghadapi antrean. Pilih pengalaman yang sesuai kehidupan kalian, tanpa membocorkan informasi pelanggan atau urusan internal.
Dalam panduan ucapan perpisahan dari Indeed, tingkat kehangatan dan panjang pesan juga disesuaikan dengan hubungan penerima. Kamu bisa menjadikannya pertimbangan, lalu memilih sendiri seberapa pribadi ucapan yang nyaman kamu sampaikan.
Kalimat yang sebaiknya dihindari saat teman resign
Ucapan yang emosional tetap perlu memberi ruang bagi keputusan temanmu. Sebelum mengirim, periksa apakah ada kalimat yang meminta dia menenangkan perasaanmu, menjelaskan urusan pribadi, atau menanggung beban pekerjaan setelah pergi. Beberapa penyesuaian berikut bisa membantu.
- “Tega banget ninggalin aku sendirian.” Bila kamu sedih, katakan langsung: “Aku bakal kangen kerja bareng kamu.” Dengan begitu, perasaanmu tersampaikan tanpa membuat keputusannya terdengar seperti kesalahan terhadapmu.
- “Enak, akhirnya bebas dari kantor ini.” Kalimat itu bisa menyeretnya ke percakapan yang belum tentu ia inginkan. Pilih harapan yang berpusat pada dirinya, misalnya “Semoga urusanmu berikutnya berjalan lancar.”
- “Pasti gajinya jauh lebih besar, ya?” Ganti dugaan tentang pendapatan dengan penghargaan atas kerja sama. Ia boleh menentukan sendiri kapan ingin berbagi detail pekerjaan atau kondisi keuangannya.
- “Nanti tetap bantuin kerjaan kami, ya.” Ajakan tetap berteman tidak perlu disertai kewajiban membantu pekerjaan. Urusan serah terima dibicarakan melalui proses kerja yang sesuai, terpisah dari pesan perpisahan.
- “Kamu pasti langsung dapat kerja yang lebih bagus.” Ubah menjadi doa atau bantuan yang nyata. Contohnya, “Semoga pencarianmu lancar. Kalau kamu mau, aku bisa menemani latihan wawancara hari Sabtu.”
Kamu juga tidak perlu menulis pujian yang bertentangan dengan pengalamanmu. Jika hubungan kalian biasa saja atau pernah kurang nyaman, ucapan singkat yang sopan sudah cukup. Hargai kerja sama yang memang terjadi dan sampaikan harapan baik secukupnya.
Kapan sebaiknya dikirim dan bagaimana menjaga hubungan?
Untuk pesan pribadi, pilih waktu setelah temanmu memberi tahu kabar resign. Untuk grup atau unggahan publik, tunggu sampai ia mengumumkannya atau mengizinkan informasi itu dibagikan. Jangan sampai ucapanmu menjadi pengumuman pertama yang mengejutkan orang lain.
Di hari terakhirnya, ia mungkin masih menyelesaikan serah terima dan berpamitan kepada banyak orang. Kirim pesan tanpa menuntut balasan cepat. Kalau ingin bicara langsung, tanyakan apakah ada waktu sebentar agar kamu tidak memotong urusannya.
Foto perpisahan juga perlu memperhatikan kenyamanan orang yang ada di dalamnya. Minta izin sebelum mengunggah atau menandai akun temanmu. Pastikan layar komputer, papan kerja, dokumen, dan informasi pelanggan tidak ikut terlihat dalam foto yang akan dibagikan.
Setelah ia keluar, hubungan kalian bisa berlanjut lewat perhatian yang sederhana. Sesekali sapa dengan pertanyaan yang mudah dijawab, seperti “Bagaimana kabarmu minggu ini?” Beri kesempatan baginya untuk menentukan cerita apa yang ingin dibagikan.
Kalau ingin mengajak bertemu, usulkan waktu yang nyata dan tetap terbuka untuk ditolak. “Kalau kamu senggang Sabtu depan, mau makan siang?” lebih mudah ditanggapi. Hindari menghubunginya hanya ketika membutuhkan file, penjelasan tugas lama, atau bantuan pekerjaan.
Kamu juga bisa membaca pembahasan lain di kategori Resign PlanetKerja.id untuk menemani proses perpisahan dan perubahan dalam dunia kerja. Setiap orang punya situasi berbeda, jadi sesuaikan saran yang kamu baca dengan kebutuhanmu.
FAQ: ucapan untuk teman yang resign
Apa ucapan paling sederhana untuk teman yang resign?
Kamu bisa menulis, “Terima kasih sudah menjadi teman kerja yang menyenangkan. Semoga urusanmu setelah ini dimudahkan.” Kalau ingin lebih personal, tambahkan satu kenangan singkat yang benar-benar kalian alami, lalu gunakan sapaan yang biasa kamu pakai dengannya.
Bolehkah bilang sedih atau akan kangen?
Boleh. Kalimat seperti “Aku bakal kangen obrolan kita” menyampaikan perasaanmu dengan jelas. Tetap beri ruang untuk keputusannya. Jika kamu sedang sangat emosional, baca ulang pesan sebelum mengirim agar tidak tanpa sengaja memintanya merasa bersalah karena pergi.
Bagaimana kalau tidak tahu alasan teman resign?
Kamu tidak perlu menanyakannya untuk bisa memberi ucapan yang hangat. Fokus pada pengalaman bekerja bersama dan harapan baik. Hindari menebak ia pindah kantor, sedang sakit, atau mengalami masalah tertentu. Biarkan dia memilih sendiri hal yang ingin ia ceritakan.
Apakah ucapan harus panjang supaya menyentuh?
Tidak ada panjang yang wajib. Pertimbangkan kedekatan dan tempat pesan dibaca. Untuk kartu bersama, beberapa kalimat bisa cukup. Jika ada cerita pribadi yang ingin kamu sampaikan lebih lengkap, kirim lewat percakapan langsung atau pesan terpisah yang nyaman baginya.
Perlukah memberi hadiah bersama ucapan?
Hadiah adalah pilihan. Kamu tetap bisa menunjukkan perhatian lewat pesan yang dipikirkan dengan baik. Jika ikut hadiah bersama, sesuaikan dengan kemampuanmu dan kesepakatan kelompok. Hindari membuat rekan lain merasa wajib menyumbang agar dianggap peduli kepada teman yang pergi.
Bagaimana kalau pesan sudah dibaca tetapi belum dibalas?
Beri waktu. Kamu belum tentu tahu kesibukan atau keadaan emosinya saat membaca pesan. Tidak perlu mengirim sindiran atau menanyakan mengapa ia diam. Ucapan terima kasihmu tetap tersampaikan; kamu bisa menyapa lagi di kesempatan lain secara wajar.
Bolehkah memakai ucapan yang sama untuk beberapa orang?
Kamu boleh memakai pola yang sama sebagai awal. Sebelum mengirim, periksa kembali nama, sapaan, dan situasinya. Tambahkan penghargaan yang sesuai untuk masing-masing orang agar pesanmu tidak menyebut kenangan yang salah atau rencana yang sebenarnya belum mereka miliki.
Ucapkan terima kasih yang selama ini belum sempat kamu sampaikan
Saat teman resign, kamu mungkin baru menyadari betapa berartinya kebiasaan kecil yang kalian jalani. Ada orang yang membuatmu berani bertanya, ada yang menemani istirahat, ada pula yang selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan ide.
Pilih satu hal yang paling kamu syukuri dari kebersamaan itu, lalu ceritakan dengan bahasamu sendiri. Harapan baik boleh sederhana. Yang ingin kamu sampaikan adalah bahwa kehadirannya pernah berarti dan kamu menghargai kesempatan mengenalnya.
Besok kalian mungkin sudah tidak berbagi meja, shift, atau ruang rapat. Hari ini, kamu masih punya kesempatan mengatakan, “Terima kasih sudah menjadi teman selama kita bekerja di sini.”


